Kunjungan PULDAPII Ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah

0
554

Alhamdulillah, pada hari Kamis, 28 Oktober 2021, PULDAPII yang diwakili beberapa jajaran pembina dan pengurusnya diterima oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diwakili oleh jajaran pengurus Majelis Dikdasmen, Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2), dan Lembaga Dakwah Khusus.
Hadir pada kesempatan ini, dari unsur Pembina PULDAPII, ustadz Hayat Setiawan dan ustadz Dr. Ade Hermansyah. Dari jajaran pengurus hadir pula ustadz Khusnul Yaqin, Lc, ustadz Fauzan Abdillah, S.T., M.A., Aniq Darajat, M.Pd. dan Rizky Setiawan.

Para pengurus PP Muhammadiyah diwakili oleh anggota Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Bapak Drs. H. Unang Rahmat, M.Ed., MM., wakil sekretaris Majelis Dikdasmen, Muhammad Khoirul Huda, S.Pd, M.Pd., Pengurus Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2), Bapak Abdul Aziz Kamali, dan Prof. Dr. Hanif Nurkholis, M.Si., juga para pimpinan Lembaga Dakwah Khusus, yaitu Dr. Muhammad Ziyad dan ustadz Agus Tri Sundani

Dalam perbincangan yang berlangsung secara akrab dan hangat, ustadz Hayat Setiawan mengawali dengan memperkenalkan PULDAPII sebagai sebuah lembaga yang concern dalam bidang dakwah dan pendidikan dalam usia yang masih relatif muda berniat menjalin ukhuwah dan kerjasama dengan lembaga lain terutama Muhammadiyah yang telah memiliki akar sejarah yang panjang dan kiprah yang luar biasa dalam dunia pendidikan dan dakwah di Indonesia.

Selanjutnya perbincangan dilanjutkan dengan paparan program dan kegiatan yang telah dilakukan oleh Majelis Dikdasmen, LP2, dan LDK PP Muhammadiyah

Dalam bidang pendidikan, sebagaimana dipaparkan oleh Bapak Unang Rahmat, Muhammadiyah saat ini telah memiliki 27.000-an amal usaha di bidang pendidikan, termasuk di dalamnya 6.500-an sekolah (dasar dan menengah) dan 391 pesantren. Hebatnya, semua amal usaha tersebut dikembangkan dari bawah dan didaftarkan kepemilikannya secara sukarela kepada persyarikatan Muhammadiyah.

Satu hal yang sangat mengesankan dari Muhammadiyah, dalam usianya yang lebih dari satu abad, masih tetap solid dan kokoh dalam kiprahnya dan relatif terhindar dari konflik. Di antara faktor penguatnya adalah ruh keikhlasan yang ditanamkan oleh pada pendirinya, terkhusus K.H. Ahmad Dahlan sebagaimana pesan beliau “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah” Hal ini diungkapkan dengan penuh semangat oleh Prof. Hanif Nurcholis dan Dr. Muhammad Ziyad.

Di sisi lain ternyata Muhammadiyah juga sangat concern dengan pesantren. Ini diwujudkan dengan berdirinya Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2), yang fokus pada pengembangan kelembagaan kurikulum, materi, dan bahan ajar di pesantren yang dikelola Muhammadiyah.

Dalam bidang dakwah, banyak kerja senyap yang dilakukan oleh Muhammadiyah terutama di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal). Dipaparkan oleh Ketua Lembaga Dakwah Khusus Muhammadiyah, Dr. Muhammad Ziyad, program-program dakwah di daerah 3T ini jarang terkespos oleh media sebagai bagian dari strategi dakwah itu sendiri. Beliau juga menceritakan beberapa kisah mengharukan para da’i di wilayah pedalaman.

Tanpa terasa, perbincangan hangat yang berlangsung lebih dari dua jam itu harus berakhir. Di akhir acara ustadz Fauzan Abdillah, menyampaikan harapan agar pertemuan hari itu dapat ditindaklanjuti dengan hal-hal yang kongkrit, di antaranya bagaimana agar PULDAPII dapat beristifadah dari produk penelitian, pengembangan, maupun program yang telah dan akan dilakukan oleh Muhammadiyah, khususnya Majlis Dikdasmen, Lembaga Pengembangan Pesantren, dan Lembaga Dakwah Khusus.

KIRIM BALASAN

Mohon isi komentar Anda!
Mohon isi nama Anda disini