Camat Sawangan Wisnu Argo Budiono memberikan sambutan Mukhayyam Tarbawi PULDAPII di Magelang.
Camat Sawangan Wisnu Argo Budiono memberikan sambutan Mukhayyam Tarbawi PULDAPII di Magelang.

MAGELANG – Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (PULDAPII) mengadakan acara Mukhayyam Tarbawi atau Perkemahan Edukatif di desa Jati dan Gantang Kecamatan Sawangan Kabupetan Magelang mulai Selasa hingga Kamis (26-28/1/2016).

Acara dengan tema “Jalin Ukhuwah Belajar Dakwah Bil Hikmah” ini dibuka oleh Camat Sawangan, Wisnu Argo Budiono dengan disaksikan oleh kepala desa setempat dan jajaran pengurus PULDAPII.

Dalam sambutannya, Wisnu menyambut baik acara ini. Dia berharap mukhayyam ini bisa jadi ajang silaturahmi dan saling mengenal antar peserta, apalagi peserta datang dari tempat yang berbeda-beda.

“Bisa saling berbagi ilmu, waktu dipergunakan dengan semaksimal mungkin. Nanti menginap di masjid dan rumah warga juga siap untuk menampung,” kata Wisnu dalam sambutannya, Selasa (26/1/2016) pagi.

Wisnu menambahkan, generasi muda merupakan aset dan penerus cita-cita bangsa. Dia mengingatkan agar jangan sampai terjerumus dalam aliran sesat.

“Saat ini kita sedang ramai mendengar Gafatar, jangan sampai kita salah dalam mengajarkan agama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Departemen Pendidikan PULDAPII, Ustadz Didik Haryanto dalam sambutannya mengatakan, acara mukhayyam ini bertujuan seperti dahulu Rasulullah hijrah dari Mekkah menuju Madinah yaitu mempersaudarakan sesama umat Islam.

“Manajemen Rasulullah di Madinah itu berbeda dengan orang Yahudi. Orang-orang Yahudi mengadu domba suku Aus dan Khozroj, tetapi Rasulullah melakukan mu’akhoh yaitu mempersaudarakan satu dengan yang lain,” ujar Ustadz Didik.

Dengan mu’akhoh ini, lanjut Ustadz Didik, menjadi sebuah kekuatan umat Islam. “Perkenalan dan persaudaraan akan menyebabkan persamaan hati yang menjadi kekuatan umat Islam,” terangnya.

Direktur Pesantren Wadi Mubarok Bogor ini memberikan motivasi agar peserta mukhayyam menjadi sosok muslim yang berperan di masyarakat.

“Ada dokter namanya Syaikh Jarullah, beliau seorang dokter dan juga doktor dibidang qiro’ah sab’ah. Beliau menjadi ketua program Qur’an di Masjid Nabawi, berharap nanti ada yang menjadi seperti beliau,” jelasnya.

Selain itu, Ustadz Didik berharap lahirnya seorang profesional yang hafal al-Qur’an. “Seperti pilot yang hafal al-Qur’an,” jelasnya.

Ustadz Didik juga berharap acara mukhayyam ini menghasilkan ide-ide kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Berharap mukhayyam ini akan timbul ide kreatif yang akan menyebarkan keindahan ajaran Islam,” tandasnya.

Untuk diketahui, peserta mukhayyam adalah para santri yang lembaganya menjadi anggota PULDAPII. Ada 267 santri mengikuti acara ini yang tersebar dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kepulauan Riau, NTB dan lainnya. Saat ini jumlah anggota lembaga PULDAPII sebanyak 101 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. (bm)

KIRIM BALASAN

Mohon isi komentar Anda!
Mohon isi nama Anda disini